[:id]6 Film dengan Background Destinasi Wisata Indonesia[:]

eat pray love 2x

Ketika saya meninggal nanti, kamu akan kembali ke Bali; datang ke upacara kremasi saya? Upacara kremasi orang bali selalu menarik – kamu akan menyukainya.”

Hayo, bisa tidak kamu tebak, dari film apa penggalan dialog diatas berasal? Jika di kepalamu langsung muncul bayangan Ketut Liyer dalam film Eat, Pray, Love, berarti kamu memang menyukai film-film bertema perjalanan. Film yang dibintangi Julia Roberts tersebut memang menceritakan bagaimana traveling menyembuhkan kekosongan batin seorang Elizabeth Gilbert. Wanita yang baru saja bercerai dari suaminya itu melakukan perjalanan ke India, Italia, lalu ke Bali, dimana dia mendapat pelajaran bahwa melepaskan keseimbangan dalam cinta merupakan bagian dari hidup dalam keseimbangan.

eat pray love 3x

Istimewanya, dalam film box office tersebut, ada banyak adegan yang menampilkan kecantikan wajah Bali dan kehidupan masyarakatnya. Tidak heran jika film tersebut ikut andil dalam menarik lebih banyak wisatawan ke pulau yang sangat populer tersebut. Fenomena ini langsung mendapat tanggapan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada saat itu, Mari Elka Pangestu.

Menurutnya, film merepresentasikan Indonesia. Ibu Menteri kemudian menawarkan jasa produksi film one stop dan mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film di AS dan beberapa festival film seperti Cannes Film Festival. Intip yuk, beberapa film yang berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Indonesia.

Eat, Pray, Love

Film ini mengambil lokasi di Ubud dan Pantai Padang-Padang di Bali. Berkat Eat, Pray, Love, turis-turis dari berbagai penjuru dunia bergerombol datang untuk melihat secara langsung tempat-tempat yang ditampilkan dalam film. Bahkan, Balian Ketut Liyer kebanjiran penunjung yang datang ke Ubud hanya untuk berkonsultasi dengannya.

eat pray love 1x

Tren ini segera direspon oleh industri pariwisata. Banyak paket-paket tur menawarkan perjalanan ala Elizabeth Gilbert, menginap di dekat hamparan padi yang menghijau, mengunjungi pasar tradisional, berenang, hiking, berkonsultasi dengan pembaca telapak tangan, dan banyak lagi. Mungkin kamu sendiri pernah mencobanya?

eat pray love 4x

After The Dark

Film bergenre thriller fantasi yang baru-baru ini dirilis ini menceritakan tentang 20 mahasiswa sebuah sekolah internasional di Jakarta. Film yang juga dikenal dengan judul The Philosopher ini mengisahkan sekelompok mahasiswa filsafat yang terlibat dalam simulasi ekstrim, yaitu memilih 10 orang diantara mereka yang akan menempati bungker khusus. Bungker ini dirancang oleh sang dosen, Mr. Zimit (James D’Arcy) untuk ditempati manusia saat terjadi bencana nuklir ke depannya. Mereka yang tidak lolos harus dibunuh, daripada mati karena radiasi nuklir.

after the dark 1x

Film ini, selain dibintangi banyak artis Hollywood seperti James D’Arcy, Bonnie Wright (pemeran Ginny dalam film Harry Potter), juga dibintangi aktris Indonesia, Cinta Laura. Yang sangat menarik dari film ini adalah pengambilan latar belakang yang menampilkan banyak lokasi indah di Indonesia, seperti Bromo di Jawa Timur, Pulau Belitung di Sumatera dan Candi Prambanan di Jawa Tengah.

Sejauh ini, film telah ditampilkan di Neuchatel International Fantastic Film Festival di Swiss dan Fantasy Filmfest di Jerman.

Java Heat dan Alex Cross

Alex Cross adalah karakter dalam seri novel yang ditulis James Patterson. Novel-novel tersebut telah diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama dengan karakternya. Beberapa adegan dalam film tersebut mengambil tempat di Bali.

Java-Heat 1x

Java Heat lain lagi. Film bergenre thriller crime yang rilis di tahun 2013 ini mengolah dan menggabungkan berbagai tempat di Indonesia, khususnya Jawa, kedalam satu cerita. Beberapa pemain pendukung berasal dari Indonesia, seperti Ario Bayu dan Atiqah Hasiholan, dan bermain bersama bintang Hollywood seperti Mickey Rourke.

Java Heat mungkin mengingatkan kamu akan film-film action ala tahun 1990-an dengan banyak letusan senjata api, namun film ini juga memberikan gambaran berarti mengenai budaya Indonesia dan keindahan Candi Borobudur.

The Fall

Salah satu daya tarik film The Fall adalah penggarapan yang ciamik dan pengambilan adegan di berbagai tempat indah di dunia. Film petualangan yang rilis di tahun 2006 ini menampilkan Jantar Mantar di India, Charles Bridge di Republik Ceko, Hagia Sophia di Turki, Colosseum di Italia, Teatro Opera di Argentina dan Butterfly Reef di Fiji.

The Fall 1

Salah satu adegan mengambil tempat di Tegallalang, Ubud, menampilkan kecantikan alam dan hijaunya sawah teraseringnya. Film ini juga menampilkan tarian kecak secara ekstensif, berlatarkan eksotisme Gunung Kawi, yang juga terletak di Bali.

Laskar Pelangi

Memang ada banyak film yang menampilkan keindahan alam Indonesia, namun film Laskar Pelangi mungkin menjadi film yang paling banyak menyerap perhatian para traveler.

Film yang rilis tahun 2008 ini mengambil lokasi di Pulau Bangka Belitung, dengan pantai-pantai biru berhiaskan batu granit raksasa,  dan menikmati kesuksesannya hanya dalam waktu singkat.

laskar pelangi 1x

Bersamaan dengan booming-nya film Laskar Pelangi, geliat turisme di Bangka Belitung semakin aktif. Kedua pulau ini bahkan telah menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia. Beberapa lokasi disana “dilabeli” dengan tanda “Lokasi Film Laskar Pelangi”. Sebuah galeri dibangun untuk mengapresiasi novel dan film yang diangkat dari kisah masa kecil Andrea Hirata, di sebuah jalan di Gantong yang diberi nama Jalan Laskar Pelangi.

Pasir Berbisik

Siapa yang belum pernah dengan film yang dibintangi Dian Sastro ini? Film yang rilis pada tahun 2001 ini diakui telah meningkatkan gairah turisme di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya. Film ini menceritakan kehidupan Daya yang diperankan Dian Sastro, yang sering menelungkupkan diri ke sebuah tanah pasir. Ia selalu mengira pasir berbisik kepadanya. Berdasarkan film itulah, hamparan pasir yang terletak di kaki Gunung Bromo ini dinamakan Pasir Berbisik. Sejak itulah, banyak traveler yang ingin mendengar “bisikan pasir” itu dengan datang langsung ke lokasi. Memang, pasir tersebut mengeluarkan suara “bisikan” merdu jika ada angin yang berhembus.

pasir berbisik 1x

Itu dia berbagai film yang memberikan pengaruh besar bagi pariwisata di Indonesia. Sudahkah kamu menonton film-film tersebut? Atau mungkin kamu sudah mengunjungi semua tempat yang ditampilkan dalam adegan-adegannya?***

 

 

Image: amazon.com, terraceatkuta.com, culturefly.co.uk, worldmovieshd.com, scenora.com, jakarta.kompasiana.com, imgkid.com

Source: Jakarta Post Travel[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *