Itinerary Liburan Empat Hari di Sumbawa-Moyo

Amanwana Resort
Amanwana Resort

Pulau Moyo di Sumbawa menyimpan begitu banyak pesona alam dan budaya yang indah dan unik. Begitu menginjakkan kaki di Moyo, suasana pantai tropis di tempat yang belum terjamah seperti mengembangkan balon kebahagiaan di dada para traveler yang mendatanginya. Inilah tempat berlibur sempurna untuk kamu yang mencari ketenangan yang berbalut keelokan alam.

Daya tarik utama dari pulau ini terletak di bawah permukaan lautnya. Moyo dikelilingi oleh taman laut indah yang cocok untuk snorkeling. Berenang dengan hiu putih, menyelam di dekat ikan pari, menemukan segerombolan ikan tropis. Pengalaman di perairan tropis yang tak akan kamu lupakan.

Buat kamu yang berencana liburan ke Pulau Moyo tapi masih bingung menentukan itinerary perjalanan, Gogonesia akan membantu dengan menyusunkan itinerary liburan selama empat hari di Pulau Moyo nan indah. Simak ya!

Transportasi

Kabupaten Sumbawa, termasuk Pulau Moyo di dalamnya, memiliki beragam daya tarik wisata, baik wisata alam atau wisata bahari. Selain Pulau Moyo, adat istiadat dan bangunan bersejarah di Sumbawa Besar juga tak kalah menarik untuk kamu datangi. Liburan di Sumbawa dijamin akan berkesan. Syaratnya, kamu harus menyiapkan waktu tiga hingga empat hari.

Salah satu hal yang membuat perjalanan ke Sumbawa butuh waktu lama adalah transportasi. Jika melalui darat, kamu butuh waktu enam hingga tujuh jam dari Kota Mataram di Lombok, menuju Sumbawa Besar. Jika melalui udara lebih singkat, hanya 30 menit. Namun baru sedikit maskapai yang melayani rute ini, seperti Wings Air dan Garuda Indonesia.

Untuk kamu yang berangkat dengan pesawat dari luar Lombok, sebaiknya memang transit dulu di Lombok.

Itinerary Liburan 4D3N di Sumbawa – Pulau Moyo

Hari Pertama

Setelah 30 menit terbang dari Bandara Internasional Lombok, pesawat mendarat di Bandara Sultan Kaharuddin pada sore hari. Kamu bisa langsung menuju penginapan di Kota Sumbawa Besar. Malam hari, isilah waktu dengan beristirahat karena esok kamu akan akan memulai petualangan ke Pulau Moyo.

Hari Kedua

Pukul 07.30 setelah sarapan di penginapan, bersiap-siaplah untuk menyeberang ke Pulau Moyo. Perjalanan menuju Pulau Moyo ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Sebaiknya kamu berangkat pagi hari, karena cuaca pasti cerah dan ombak sangat tenang. Matahari pagi bersinar lembut mengiringi kapal perlahan-lahan meninggalkan Sumbawa.

Selama perjalanan menuju Moyo, siapkan kamera untuk mengabadikan keindahan Pulau Sumbawa dari laut. Mendekati Amanwana Resort, kamu akan dimanjakan oleh pemandangan pantai-pantai di Pulau Moyo sungguh memikat, berpasir putih, dan bebas polusi. Sekitar pukul 09.30, kapal merapat di Labuhan Aji, pintu masuk bagi wisatawan.

Labuhan Aji
Labuhan Aji

Tiba di Labuhan Aji, kamu bisa langsung menuju penginapan sederhana yang menghadap pantai. Tarif menginap per malam di Pulau Moyo sekitar Rp150.000-200.000, sudah termasuk makan 3 kali sehari.

Selepas beristirahat sejenak, mulailah petualangan menuju Air Terjun Diwu Mbai dan Mata Jitu yang terkenal liar dan indah.

Diwu Mbai
Diwu Mbai

Untuk menuju Air Terjun Diwu Mbai di Brang Rea, satu-satunya alat transportasi hanya sepeda motor alias ojek. Di Pulau Moyo tak ada mobil apalagi jalan raya. Yang ada sepeda motor, jalan seadanya, berbatu, dan cukup kering saat musim kemarau.

Selama menuju Diwu Mbai, tak selamanya kamu bisa duduk di motor. Kadang, kamu harus turun karena motor akan menyeberangi kali. Perjalanan dari Labuhan Aji menuju air terjun Diwu Mbai sekitar 10 menit.

Tiba di Diwu Mbai, segalanya akan terbayar karena kamu akan disambut kegembiraan anak-anak kampung bermain tali, berayun-ayun dan akhirnya menceburkan diri di kali. Seru! Silakan mencoba jika berminat ya.

Setelah puas bermain di Diwu Mbai, kembalilah ke penginapan untuk makan siang. Makanan selama kamu berlibur di Pulau Moyo adalah ikan laut yang masih segar dan baru dimasak. Ketika dibakar, ikan-ikan segar akan menguarkan aroma yang nikmat!

Mata Jitu
Mata Jitu
Mata Jitu
Mata Jitu
Mata Jitu
Mata Jitu

Seusai makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju mata air berikutnya, yakni Mata Jitu di Dusun Brang Kua. Perjalanan tetap menggunakan ojek dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Kondisi jalan menuju Mata Jitu berbatu, penuh tanjakan, dan berdebu. Memasuki hutan, kamu harus turun dan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju Mata Jitu.

Air Terjun Mata Jitu lebih alami dari Diwu Mbai, dan walaupun jernihnya air begitu menggoda, pengunjung dilarang mandi di air terjun ini. Tapi jika hanya membasahi tangan dan mencuci muka, bolehlah. Airnya memang terasa sangat segar.

Hanya sedikit orang yang pernah mandi di air terjun Mata Jitu. Salah satunya, mendiang Putri Diana dari Inggris yang mandi di sini ketika berkunjung ke Moyo. Karena itulah, Mata Jitu disebut juga sebagai Queen Waterfall.

Puas menikmati alam di Mata Jitu, saatnya kembali ke Labuhan Aji. Saatnya snorkeling di Takat Sagele, sebuah pulau karang mungil yang letaknya tak jauh dari Labuhan Aji. Butuh waktu 15-20 menit menyeberang dengan perahu. Kamupun bisa snorkeling sepuasnya, sambil menunggu sunset cantik di Takat Sagele.

Sunset Takat Sagele
Sunset Takat Sagele

Sebelum hari mulai gelap, saatnya kembali ke penginapan. Jangan lupa isi semua baterai kamera dan gadget, karena listrik di Pulau Moyo hanya berfungsi pada malam hari.

Hari Ketiga

Ketika matahari mulai menampakkan semburat jingga di cakrawala Moyo, saatnya bangun untuk menikmati petualangan seru lainnya. Jika kamu berada di Pulau Moyo pada hari Kamis, kamu beruntung karena bisa menyaksikan kehidupan warga di pagi hari yang siap-siap menyeberang ke Sumbawa.

Tak heran, karena Pihak Amanwana setiap Kamis menyediakan kapal gratis bagi warga Moyo yang ingin bepergian ke Sumbawa. Kapal gratis tersebut mampu mengangkut sekitar 50 penumpang. Selain warga lokal, akan dikenakan ongkos Rp 20.000.

Ai Manis
Ai Manis
Poto Jarum
Poto Jarum
Brang Sedo
Brang Sedo

Setelah sarapan, saatnya kembali ke Sumbawa. Kamu bisa menumpang kapal menyusuri Amanwana Resort, Pantai Brang Sedo, Pantai Poto Jarum, Pantai Raja Sua, Pantai Ai Manis, dan Pantai Tanjung Pasir. Keseluruhan pantai-pantai perawan ini berpasir putih dan dengan pemandangan bawah laut yang menawan.

Terkadang terlihat kapal phinisi mengantarkan rombongan turis asing ke Moyo setelah kembali dari Labuan Bajo di Manggarai Barat (Flores). Mereka singgah ke Moyo sebelum melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan (Lombok).

Gadis cilik di desa Brang Sedo
Gadis cilik di desa Brang Sedo

Tiba di Tanjung Pasir, kamu bisa snorkeling sepuasnya sebelum kapal melanjutkan perjalanan menuju Sumbawa. Sore hari kapal merapat di pantai Kencana Beach Cottages. Kembalilah ke hotel untuk beristirahat, dan jangan lupa makan malam.

underwater moyo 2x

underwater moyo 1x

ikan moyo x

Hari Keempat

Usai sarapan, sebaiknya kamu segera bersiap untuk check out. Setelah itu, siap-siap pergi ke Kota Sumbawa Besar untuk kembali ke Pulau Lombok. Sebelum pulang, masih ada waktu untuk mampir dan mengagumi Istana Dalam Loka di Kota Sumbawa Besar. Istana Dalam Loka merupakan Istana Kesultanan Sumbawa pada masa Sultan Jalaluddin III yang dibangun pada tahun 1885.

Istana Dalam Loka
Istana Dalam Loka

Arsitektur istana ini bergaya seperti rumah panggung yang terbuat dari kayu jati pilihan dengan setiap detail bentuk, jumlah, letak, ukuran, dan ornamen-ornamen bagian dalamnya merupakan simbolisasi ajaran Islam.

Setelah puas berfoto, sebaiknya kamu singgah juga Rumah Bala Kuning. Rumah ini merupakan rumah kediaman Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa ke-17 pada 5 April 2011.

Di bala ini tersimpan benda-benda pusaka Kesultanan Sumbawa, seperti mahkota, pakaian kebesaran Sultan, keris, pedang, tombak, dan benda-benda pusaka lainnya yang terbuat dari emas dan perak.

Bagaimana dengan oleh-oleh? Kamu bisa membeli madu asli Sumbawa di Pulau Moyo di hari kedua dan ketiga. Harga per botol biasanya Rp80.000. Selain itu, bisa juga membeli kain tenun khas Sumbawa di Desa Pamulung, Kecamatan Labuhan Badas, sekitar 25 menit perjalanan dari Sumbawa Besar. Harga kain sarung sekitar Rp 300.000 dan syal Rp 100.000.

Nah, di sinilah petualanganmu di Sumbawa dan Moyo berakhir. Kini saatnya menuju kembali ke Bandara Sultan Kaharuddin, menuju Lombok.***

 

 

 

Sumber gambar: takwasajidin.blogspot.co.id, detik.com, ayokesumbawa.wordpress.com, lsotour.blogspot.com, anakpapabandy.blogspot.com, samawaseasidecottages.com, travel.kompas.com, theclosetphotographer.com, breaktime.co.id, pegipegi.com, lombok.biz[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *