Ke Medan Belum Lengkap Sebelum ke Rumah Sang Taipan[:en]Ke Medan belum lengkap kalau belum ke rumah Sang Taipan

Seperti masuk lorong waktu, itulah perasaan yang akan kamu dapatkan  saat memasuki Rumah Tjong A Fie. Gapura dengan ornamen khas Tiongkok, gaya arsitektur khas Melayu, Eropa, dan Tionghoa berpadu apik di rumah bersejarah ini. Lho, memang siapa sih Tjong A Fie? Kenapa rumahnya begitu populer disambangi turis dari penjuru nusantara?

Siapa Itu Tjong A Fie?

Jika kamu tinggal di Medan, tentu tak asing dengan Rumah Tjong A Fie. Rumah ini memang milik seseorang bernama Tjong A Fie, yang dahulu dikenal sebagai taipan di Medan.  Tjong A Fie dilahirkan pada tahun 1860 di desa Sungkow daerah Moyan, Tiongkok. Dia berasal dari keluarga sederhana. Karena ingin sukses dan menjadi orang terpandang, maka di usia 18 tahun Tjong A Fie pun lalu mengadu nasib pergi ke Hindia Belanda. Waktu itu, bekal yang dibawanya hanyalah sepuluh perak dolar uang Manchu. Setelah berbulan-bulan berlayar, pada tahun 1880 Tjong A Fie tiba di Labuhan Deli.

Tjong A Fie
Tjong A Fie

Tjong A Fie menempuh karir di militer Belanda. Ia diangkat menjadi letnan Tionghoa dan dipindahkan ke Medan. Prestasi yang gemilang membuatnya dipercaya menjadi kapten pada tahun 1911. Di Medan, Tjong A Fie dikenal sebagai sosok yang tangguh, ulet, jujur, dan menyenangkan. Karena itulah Tjong A Fie bukan hanya dikenal di kalangan masyarakat Tionghoa, namun juga di kalangan masyarakat India, Melayu, Arab, dan para pemuka Belanda. Dia juga dikenal sebagai pedagang yang luwes dan dermawan.

Tjong A Fie juga merupakan orang kepercayaan Sultan Deli dan mulai menangani berbagai urusan bisnis. Reputasinya terkenal di seluruh Deli. Belanda pun memberikan posisi kepada Tjong A Fie sebagai anggota Dewan Kota, Dewan Kebudayaan, dan penasehat khusus untuk Tionghoa. Di kota Medan pula Tjong A Fie berhasil membangun usaha perkebunan sawit, pabrik gula, dan perusahaan kereta api yang mempekerjakan ribuan karyawan.

Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie atau dikenal sebagai Tjong A Fie Mansion adalah kediaman Tjong A Fie dan keluarganya. Oleh keturunannya, rumah ini dibuka untuk umum pada tahun 2009. Ketika memasuki bangunan seluas 6000 meter persegi itu, kamu seperti dibawa menjelajah waktu, mendatang rumah mewah khas Tionghoa yang dipenuhi ornamen eksotis.

rumah tjong a fie 5x tjong a fie 1x rumah tjong a fie x

Rumah Tjong A Fie adalah bangunan dua lantai yang terdiri dari bangunan utama dan paviliun dengan 40 kamar. Padu padan arsitektur Melayu, Eropa, dan Tionghoa membuat rumah ini memiliki ekletisme yang unik. Ciri khas Melayu tampak pada serambi dan bentuk jendela-jendelanya yang didominasi warna hijau dan kuning. Langit-langitnya yang setinggi kurang lebih empat meter mencerminkan bangunan khas Eropa. Langit-langit tersebut dihiasi lukisan halus yang terinspirasi dari keindahan flora dan fauna gaya Art Nouveau.

Rumah mewah ini dilengkapi empat ruang tamu. Ruang tamu pertama adalah Dutch Lounge Room, tempat menerima tamu orang Eropa. Ruang tamu kedua adalah Deli Lounge Room, tempat Tjong A Fie menerima teman baiknya, Sultan Deli Makmun Al Rasjid. Ruang tamu ketiga untuk menerima tamu Tionghoa. Sedangkan ruang tamu keempat yaitu Ruang Tamu Utama tempat menerima tamu umum.

interior tjong a fie 1x interior tjong a fie 3x interior tjong a fie 2x

Lantai dua Rumah Tjong A Fie terdiri atas ballroom tempat keluarga tersebut mengadakan pesta. Juga ada sebuah altar sembahyang yang tertutup bagi umum. Sementara di bagian belakang rumah ruang makan keluarga, ruang keluarga, dan Kamar Utama tempat Tuan dan Nyonya Tjong A Fie beristirahat. Kamar Utama Tjong A Fie juga digunakan sebagai tempat kerjanya. Di sini kamu bisa melihat dan mendokumentasikan buku-buku bacaan Tjong A Fie, dokumen kerjanya, dan pakaian milik pasangan Tjong A Fie.

rumah tjong a fie kamar utama x tjong a fie ruang tamu x rumah tjong a fie 4x

Kemegahan rumah Tjong A Fie dan segala ornamen dan perabotnya yang masih asli akan membuat kamu berdecak kagum. Lantai keramik di ballroom diimpor asli dari Italia dan kandelarnya dari Austria. Juga ada sebuah lampu gantung yang pada masa itu hanya terdapat dua di dunia, yaitu di Tjong A Fie Mansion dan satu lagi di sebuah istana di Beijing. Keren ya!

rumah tjong a fie 6x

Tak diragukan lagi, Rumah Tjong A Fie merupakan ikon sekaligus harta tak ternilai bagi Kota Medan. Rumah ini pun menjadi simbol multi etnis di kota Medan. Pemiliknya bukan terkenal karena kekayaannya, tapi karena sikapnya yang dermawan dan pekerja keras. So, jika kamu tertarik datang dan menikmati manisnya sejarah peranakan di Rumah Tjong A Fie, rumah ini buka setiap hari pukul 09.00 – 17.00, dengan tiket masuk 35.000 rupiah. Untuk transportasi di Medan, kamu bisa menyewa mobil dengan sopir untuk keliling di kota Medan seharian. ***

Sumber gambar: klikhotel.com, blog.kagum-hotel.com, indonesia-heritage.net, ubermoon.me, heritageshots.blogspot.com, nationalgeographic.co.id, www.jurnalasia.com, worops.blogspot.com[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *