River Boarding untuk Pecinta AdrenalinRiver Boarding for Adrenaline Seekers

Olahraga river boarding atau selancar sungai di Indonesia mungkin tidak sepopuler arung jeram atau body rafting. Peralatannya bisa dibilang tidak murah dan tidak banyak pengelola atau operator yang menawarkan pengalaman river boarding kepada publik, berbeda dengan paket wisata arung jeram yang saat ini sudah demikian menjamur.

River boarding atau dikenal sebagai hydrospeed di Eropa dan sledging di Selandia Baru mulai populer sejak akhir tahun 1970an di Prancis. Diawali oleh pemandu arung jeram yang sedang bosan, lalu mengisi kantung surat dengan pelampung dan berenang menyusuri jeram. Belakangan sejumlah peminat olahraga ini mulai melakukan inovasi dengan membuat papan khusus, baik yang terbuat dari plastik maupun busa.

Berbeda dengan arung jeram yang menggunakan perahu dan body rafting yang mengandalkan pelampung, olahraga river boarding menggunakan sebuah board atau papan khusus yang digunakan oleh penggunanya untuk menyusuri sungai. Peralatan lainnya yang lazim digunakan oleh riverboarder adalah sirip pada kaki yang digunakan untuk mendorong dan mengendalikan arah, pelampung, pakaian tahan air, helm, sarung tangan, pelindung lutut, tulang kering dan siku, serta sepatu bot.

Seiring dengan populernya river boarding di Eropa, Amerika dan Selandia Baru, banyak media yang mulai meliput olahraga air ini dan sejumlah operator wisata pun mulai menawarkannya kepada publik.

Di tahun 2008 telah didirikan organisasi yang menaungi pecinta olahraga ini di tanah air yaitu Indonesian Riverboarding Association (IRA). Tidak banyak yang tahu jika setiap tahunnya IRA menyelenggarakan kejuaraan dunia river boarding yang diselenggarakan di sungai-sungai Indonesia seperti Citarum atau Serayu yang menarik river boarder asal luar negeri.

Tahun 2013 ini, kejuaraan serupa rencananya akan digelar pada awal bulan November di Jawa Tengah yang menampilkan empat kategori lomba yaitu Boardercross, Endurocross, Slalom, Downriver Freestyle dan Co-ed Relay.

Tertarik untuk mencoba pengalaman ini?River boarding is also known as hydro speed in Europe and white water sledging in New Zealand. It was invented in late 1970s in France where bored rafting guides stuffed burlap mail bags with life vest and went down the rapids. Over the years this activity attract more fans and the equipment itself has been transformed into a special board made by plastic or foam.

Other common equipments used by river boarders are fins for propulsion and steering, life vest, water resistant suit, helmet, gloves, shin guards, knee pads, thigh pads, elbow pads, and booties. In line with the growing popularity of riverboarding in Europe, the US, and New Zealand, this challenging sport began to receive a lot of media exposures and operators began to offer this sport to the public.

River boarding in Indonesia might not as popular as water rafting or body rafting. The equipment for this activity is not cheap and besides that there are not many operators who offer this. An organization called Indonesian Riverboarding Association (IRA) has been established since 2008 to accomodate this sport in Indonesia. Not many people know that each year this organisation hold the river boarding world championship in Indonesian rivers such as Citarum or Serayu.

This event attracts many foreign river boarders. This year, a similar championship will be held in early November in Central Java which will offer four race categories, i.e. Boardercross, Endurocross, Slalom, Downriver Freestyle and Co-ed Relay.

Interested to try it yourself?

One thought on “River Boarding untuk Pecinta AdrenalinRiver Boarding for Adrenaline Seekers

  1. The above young fellow: could to see him here at FB! Terimah kasih banyak. Please send me more photos of Arung Jeram from Garut and Dago.
    CHEERS! Peter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *