Romantisme Era Kolonial Membuat Traveler Jatuh Cinta dengan Kota Mungil Ini

Untuk menambah panjang daftar destinasi wisatanya, Indonesia punya sebuah kota pertambangan yang menyimpan sejarah Hindia Belanda yang panjang. Jadi, nggak cuma negara bagian California di Amerika Serikat saja yang punya mining town.

gereja katolik_Sawahlunto

Kota tersebut adalah Sawahlunto, terletak di Sumatera Barat, diapit Bukit Barisan nan perkasa, yang akan membawa kamu menjelajahi waktu kembali ke zaman kolonial.

Pertama kali menjejakkan kaki di kota mungil nan cantik ini, mungkin sesaat kamu akan lupa kalau masih berada di Indonesia. Pasalnya, gedung-gedung bergaya Belanda klasik masih berdiri kokoh, indah dan terawat, seolah seperti baru saja dibangun. Citarasa Belanda masih terasa sangat kental, terlihat dari arsitektur bangunan kota.

kota sawahlunto 1 gereja SawahluntoNamun, untuk membawa kamu “kembali” ke Indonesia, ada juga gedung-gedung dengan bagonjong, atap khas Minang, yang jadi identitas asli Sawahlunto.

Kehidupan di Sawahlunto memang dahulu bergantung pada aktivitas pertambangan batubara. Namun seiring waktu, kota ini mulai berdandan untuk menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling keren di Indonesia.

kota sawahlunto 3 kota sawahlunto 2Hotel, museum, tempat rekreasi dan bangunan-bangunan tua di kota ditata apik siap menyambut para traveler dari seluruh penjuru dunia.

Nah, ketika berwisata ke Sawahlunto, tempat mana saja yang perlu didatangi? Simak rekomendasi Gogonesia berikut ini:

1. Lubang Mbah Soero

Destinasi wajib untuk dikunjungi saat traveling ke Sawahlunto adalah Lubang Mbah Soero. Ini adalah tunnel panjang yang digunakan untuk proses penggalian dan pengangkutan batubara pada jaman pemerintahan Belanda.

 

lubang mbah soero 1Panjang tunnel ini sebenarnya mencapai puluhan kilometer, namun yang digunakan untuk keperluan wisata hanyalah 186 meter saja. Hanya saja, ada cerita kelam yang menaungi lokasi bersejarah ini.

Tak hanya dibangun untuk keperluan tambang batubara, tunnel ini ternyata pernah digunakan untuk membuang mayat-mayat penduduk pribumi yang dieksekusi mati oleh Belanda.

lubang mbah soero 2 lubang mbah soero 3Selain itu, tempat ini dulunya juga digunakan untuk memenjarakan para tahanan politik Belanda yang dikenal dengan sebutan “Orang Rantai” yang fotonya bisa kamu lihat di Info Box di lokasi.

Agak merinding saat memasuki Lubang Mbah Soero? Tenang saja, sensasi itu memang banyak dirasakan traveler yang memasuki tempat yang agak mistis ini. Yang penting, jaga perilaku saja ya.

lubang mbah soeroGaleri Tambang Batubara & Lobang Tambang Mbah Soero

Jl. Muhammad Yazid, Kota Sawahlunto

P: (+62 754) 61725, 61985

Buka Senin – Minggu, pukul 9.00-17.30

Tiket masuk: Info Box –  gratis

Lobang Mbah Soero –  Rp 8.000

 

2. Museum Kereta Api

Dahulu, museum ini merupakan stasiun kereta api yang dibangun Belanda tahun 1918 silam. Kamu akan merasa terhisap ke masa lalu, melihat gaya bangunan dan “pernak-pernik” seperti jam antik yang memang bernuansa kolonial.

museum kereta api sawahlunto 1Salah satu daya tarik utama museum ini adalah Mak Itam, yakni sebuah lokomotif kuno bertenaga batubara. Ya, mirip-mirip Hogwarts Express lah.

Lokomotif tua berwarna hitam itu akan menarik gerbong dan membawa pengunjung berkeliling Kota Sawahlunto. Sayangnya, Mak Itam sekarang tengah direhabilitasi dan akan mengkilap kinclong kembali Februari 2016 mendatang.

Di museum ini, kamu juga bisa melihat dan mendokumentasikan peralatan perkeretapian yang usianya sudah lebih ari 100 tahun.

museum kereta api sawahlunto mak itamMuseum Kereta Api Sawahlunto

Jalan Kampung Teleng, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto

P: (0754) 61023

Buka Selasa – Minggu, pukul 08.00 – 17.00

Tiket masuk:

Umum – Rp3.000, Pelajar dan anak-anak –  Rp1.000

Kereta Api Mak Itam (hanya hari Minggu) Rp50.000

 

3. Hotel Ombilin

Romantis! Itulah suasana yang terbayang saat pertama menatap bangunan tua bergaya kolonial yang masih apik terpelihara itu. Dibangun pada 1918, hotel ini dahulu menjadi penginapan para ahli tambang yang didatangkan Belanda ke Sawahlunto.

Hotel Ombilin
Saat ini, Hotel Ombilin tetap berdiri cantik, menjadi ikon Kota Sawahlunto yang terkenal. Sentuhan Minang pun ditambahkan di bagian depannya, berupa atap berbentuk bagonjong.

Oh, kalau kamu mau menginap di sini bisa lho. Tarif per malamnya sekitar Rp 260.000 – Rp 300.000 dan sudah bisa dipesan di online travel agent (OTA).

Gedung Koperasi Ombilin
Gedung Koperasi Ombilin

Hotel Ombilin Heritage

Jalan Ahamad Yani, Pasar Remaja, 27411 Sawahlunto

P: (0754) 61184

 

4. Kantor PTBA Sawahlunto

Satu lagi nih, ikon Kota Sawahlunto. Bangunan ini sekarang digunakan sebagai kantor perusahaan tambang PT Bukit Asam (PTBA), unit Penambangan Ombilin. Gaya arsitekturnya yang memiliki ciri khas era kolonial Belanda, membuat bangunan ini ditahbiskan jadi obyek wisata yang layak kamu pajang di Instagram.

kantor PTBA

5. Museum Goedang Ransoem

Ini dia nih, tempat keren yang kamu nggak akan temukan di kota lain. Di museum ini, ada berbagai perlengkapan masak yang digunakan pada jaman dulu, dengan ukuran super!

Ukuran periuk tempat masak di museum ini di antaranya berdiamter 124 sentimeter dengan tinggi 148 sentimeter. Wow!

Museum_Gudang_Ransoem Museum_Gudang_Ransoem1Jumlah pekerja tambang pada era kolonial itulah yang membuat periuk-periuk raksasa dibutuhkan di sini.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan para pekerja tersebut, dahulu satu dapur umum bisa memasak hingga 65 pikul beras setiap hari. Jumlah itu setara 3.900 kilogram nasi untuk pekerja tambang batubara (orang rantai), keluarga pekerja tambang (orang kawalan), dan pasien rumah sakit.

Menu makanannya saat itu adalah nasi, daging, ikan asin, telur asin, sawi putih dan hijau, serta yang disajikan pada siang dan malam hari.

Museum Goedang Ransoem

Jalan Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Sawahlunto

Buka Selasa – Jumat 07.30-16.30, Sabtu – Minggu 09.00-16.00

Tiket:

Dewasa – Rp4.000

Anak-anak – Rp2.000

 

6. Puncak Cemara

Kota Sawahlunto juga punya destinasi wisata yang segar menghijau. Puncak Cemara yang terletak di ketinggian tersebut berada di Kecamatan Barangin yang berjarak satu kilometer dari pusat Kota Sawahlunto.

puncak cemara sawahlunto 1Tempat ini populer sebagai lokasi untuk melihat kerlap-kerlip Kota Sawahlunto dari jauh, pada malam hari.

Seperti yang bisa kamu lakukan bersama pasangan di Paris (dulunya), London, Amsterdam dan Ancol, di Puncak Cemara (di Monumen Gembok Kesetiaan) kamu bisa memasang “kunci cinta” yang jadi simbol hubungan dengan pasangan.

puncak cemara sawahlunto 3 puncak cemara sawahlunto 2

sawahlunto cemaraDi Monumen ini wisatawan bisa memasangkan gembok, lalu mengkikrarkan kesetiaannya pada berbagai hal dan kemudian membuang kuncinya. Hmmm, ya, lucu-lucuan aja sih sebetulnya.

Anyway, gimana, kamu penasaran kan sama kota kecil Sawahlunto ini?***

 

 

Sumber gambar: tempo.co, soaltescpns.info, mediminer.blogspot.com, travel.detik.com, hot.detik.com, travel.kompas.com, wennyledwar.wordpress.com, wikipedia.org, wisatasumbar.net, ombolot.wordpress.com[:]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *